Pulau MoyoPilihan Tempat Wisata serta Fasilitas yang Tersedia

Banyak pilihan tempat wisata di Pulau Sumbawa Moyo yang bisa Anda jelajahi. Pulau yang luasnya 350 kmĀ² ini memiliki keindahan alam yang sangat eksotis. Terkenal karena keindahan alamnya, kawasan wisata ini pasti patut dikunjungi sebagai salah satu tujuan liburan Anda. Pulau Moyo terletak di bagian utara Pulau Sumbawa dan hanya sekitar. 2,5 km. Pulau ini secara administratif terletak di distrik Labuhan Bada, Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk menuju Pulau Moyo, Anda bisa melakukan perjalanan dari Sumbawa Besar. Anda dapat menggunakan transportasi darat dan udara untuk menuju Sumbawa Besar.

Jika Anda menggunakan rute / rute pelarian, Anda dapat berangkat dari Bandara Internasional Lombok dengan penerbangan jenis Fokker ke Bandara Sultan Kaharuddin, Sumbawa. Waktu tempuh hanya sekitar. 30 menit Jika Anda tiba di darat, Anda dapat pergi dari Mataram ke Pelabuhan Kayangan (Lombok). Kemudian menyeberang dengan feri ke Poto Tano (Sumbawa Barat). Kemudian lanjutkan perjalanan Anda dengan darat ke Sumbawa Besar. Total waktu perjalanan normal jika Anda menggunakan rute negara selama kurang lebih 6 jam.

Setelah tiba di Sumbawa Besar Anda dapat memilih untuk bermalam (jika terlambat) atau langsung ke Pulau Moyo (jika Anda tiba di Sumbawa Besar pagi-pagi sekali). Jika Anda memilih untuk tinggal di Sumbawa Besar, ada beberapa opsi untuk masa menginap Anda.

Akses utama ke pulau ini adalah dari muara muara ke Labuan Aji (nama desa di pulau Moyo). Dari pelabuhan muara Anda bisa pergi ke Labuan Aji dengan perahu motor dari nelayan setempat seharga Rp. 20.000 – Rp. 25.000 *). Dengan waktu perjalanan normal (jika kondisi laut normal) selama kurang lebih 2 jam. Selain melalui muara, Anda dapat memilih opsi akses alternatif untuk menyeberang dari Desa Ai Bari.

Anda dapat melakukan perjalanan darat dari Sumbawa Besar ke Desa Ai Bari dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Kemudian lanjutkan berlayar selama sekitar 30 menit dengan perahu motor dari seorang nelayan setempat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *