Messi Mengawali Debutnya di Tim Senior Barcelona

Lionel Messi yang akrab disapa Messi, mempunyai kemampuan sepakbola di atas homogen-homogen. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang telah beliau raih di global sepakbola. Bahkan, Messi dianggap-sebut menjadi salah satu pemain terbaik yg pernah terdapat pada sejarah sepakbola. Tapi, di pulang perjalan sepakbola Messi buat menjadi yang terbaik seperti sekarangt ini, masih ada beragam kejadian. Salah satunya merupakan, tersisihnya beberapa bintang sepakbola demi “memuluskan” karir Messi.

Messi Mengawali debutnya di tim senior Barcelona pada tanggal 16 Oktober 2004. Saat itu, beliau berusia 17 tahun tiga bulan & 22 hari. Tentu usia yg masih sangat muda untuk bermain pada tim senior sekelas barcelona. Sejak saat itu, Messi mulai mencuri perhatian global. Walaupun belum menjadi pemain inti, Messi sudah menampakkan indikasi-indikasi akan menjadi pemain bintang pada masa mendatang.

Tapi, perlu diketahui, sejak Messi mengawali debutnya, Barca hanya meraih dua gelar La perserikatan (2005 & 2006) & satu tropi Liga Champions (2006), pada bawah asuhan instruktur Frank Rijkard. Itupun bukan Messi menjadi pemain inti. Musim kompetisi 2006/2007, Messi mulai menjadi pemain regular barca di tim inti. Tapi di tahun tersebut sampai trend kompetisi 2007/2008, Barca tidak mencicipi gelar apapun. Messi memang selalu menampilkan magisnya selama itu, tapi tetap tak mampu memberikan gelar juara kepada barcelona.

Kata bonus judi online Barcelona yang tak menerima gelar selama 2 demam isu kompetisi berturut-turut, menyebabkan manajemen melakukan perombakan. Yang paling awal adalah, diputusnya kerjasama antara Frank Rijkard & Barcelona. Manajemen Barca kemudian memilih Josep “Pep” Guardiola yang notabene tidak mempunyai riwayat kepelatihan yg mumpuni. Pep, begitu panggilan akrabnya, hanya bermodalkan melatih tim B Barcelona, yg bermain pada kasta kompetisi yg lebih rendah. Tapi, Pep lah yg kemudian sanggup mengeluarkan kemampuan terbaik Messi.

Pep memulai “kekejamannya” menggunakan membuang beberapa bintang, yg dipercaya selama ini menjadi “penghambat” kemampuan Messi. Messi seolah kurang percaya diri selama terdapat bintang yg lebih utama darinya. Maka, bintang misalnya Ronaldinho & Deco merupakan pemain yg sebagai korban pertama Guardiola. Nomor punggung 10 yang sebelumnya dipakai Ronaldinho diserahkan ke Messi, sebagai simbol bintang utama club Catalan tadi. Guardiola pun memperkenalkan strategi tiki-taka yang terkenal sampai waktu ini. Walaupun (ucapnya) strategi ini sudah dimulai di era Johan Cruiff. Tapi Guardiola lah yang menjadikannya membumi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *