Batik Tenun Indonesia

Tenun merupakan salah satu bentuk ekonomi kreatif di beberapa daerah di Indonesia seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa (Baduy dan Jepara) hingga Sumatera (songket). Tenun biasanya sudah ada di satu daerah dan merupakan warisan turun-temurun. Itu sebabnya ciri khas tenun masing-masing daerah punya motif berbeda, Direktur Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil di acara acara serah terima strategy paper untuk tenun tradisional ramah lingkungan Hivos. Kepopuleran kearifan lokal ini tidak hanya menarik perhatian pecinta fesyen negeri sendiri, tetapi juga dunia barat. Dikemas dalam berbagai produk yang lebih modern dan sesuai kebutuhan pasar, geliat tenun di kancah internasional tak mau kalah dengan batik tenun.

Perdagangan kain batik tenun kini semakin ramai hingga menembus pasar global. Menurut data Kementerian Perindustrian nilai ekspor kain tenun pada 2015 mencapai $2,6 juta, dengan tujuan utama ekspor ke Eropa. Dan, menurut data dari Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil, kain tenun sudah memasuki pasar Eropa sejak tiga tahun lalu. Kain tenun Sulawesi Utara mulai dijual di Perancis dan Belanda. Dan, tak ketinggalan, kain tenun ikat asal Nusa Tenggara Timur yang merambah ke banyak negara Eropa.

Dalam data yang dikumpulkan oleh HiVos, beberapa daerah giat menenun menggunakan pewarna alami dan berhasil mengekspor kain batik tenun mereka ke Eropa. Beberapa daerah ini termasuk Kabupaten Jembrana di Bali, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah bagian utara dan Jawa Tengah bagian selatan. Kepopuleran tenun juga tidak bisa bertumpu dari usaha pengrajin sendiri. Berbagai kanal promosi dilakukan oleh badan pemerintah, swasta maupun asing.

Yang tak kalah perannya adalah para perancang yang menjadi motor penggeraknya. Kain batik tenun diaplikasi dalam berbagai macam bentuk rancangan yang mengemas kain tenun terlihat modern dan menarik. Perancang Chossy Latu, Auguste Soesastro, Didi Budiarjo dan Denny Wirawan adalah contoh beberapa perancang yang mengangkat tenun pada rancangan mereka saat berjalan di berbagai panggung catwalk di Paris.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *